Tanggal 3 Desember 2013 hari sidang pertama, sidang komprehensif. Disini diuji kemampuan kita dalam menguasai semua pengetahuan tentang ilmu informasi dan perpustakaan. Pukul 7 pagi saya sudah sampai di kampus. Deg-degan sangat. Maklum sidang pertama. Sidang dimulai pukul 9 dan selesai pukul 2 siang. Sidang pertama sukses. Alhamdulillah. Tapi hal yang sangat terpikir adalah persiapan untuk sidang skripsi. Belum ada persiapan sama sekali. Akhirnya sepulang sidang, saya langsung belajar teknik penelitian dan segalanya yang bersangkutan dengan skripsi bersama teman-teman. Belajar bersama beres pukul 7 malam. Huff melelahkan, namun sedikit menenangkan. Yang sangat disayangkan adalah kesehatan saya yang pada saat itu kurang fit, saya mengalami diare tiga hari semenjak sebelum sidang. Makan tak enak, tidur pun tak enak. Kuliah selama empat tahun ditentukan besok. Tanggal 5 Desember 2013 pukul 6.30 pagi saya berangkat ke kampus, karena takut telat akhirnya saya naik ojek dan mohon doa dari bapak tukang ojek agar sidang saya dilancarkan (hahaha tanpa malunya). sampe di kampus langsung sms mama, papa, adik-adik minta doa restu kepada mereka. Pembukaan sidang dimulai pukul 8 pagi. Setelah beres pembukaan, kami menanti panggilan ke dalam ruang sidang. Tak disangka saya dipanggil yang pertama, jantung berasa mau copot saat disuruh masuk ruang sidang. Langsung siap-siap dan masuk ruang. Atmosfer di dalam ruang sidang sangat mencekam rasanya saat itu, sempat ngobrol sebentar dengan dosen pembimbing saya, yang paling saya ingat dari kata-kata beliau saat akan sidang "semangat nurul, ibu percaya kamu pasti bisa melakukan yang terbaik. Jangan grogi, baca alfatihah dan ayat kursi, Insyaallah Allah akan bantu. Bismillah ya.."kata-kata ini yang membuat saya tenang saat akan mempresentasikan hasil penelitian saya dihadapan para penguji. Alhamdulillah selama kurang lebih 2 jam menjelaskan hasil penelitian dan menjawab pertanyaan penguji dengan baik saya diperbolehkan keluar. Waaaaah sangat sangat lega rasanya, senyum pun tak lepas dari mulut saya walaupun belum tau bagaimana hasilnya namun saya sudah melakukannya dengan baik. Oke, tinggal menunggu hasilnya. Pukul 5 sore yudisium pun dimulai, deg-degan dengan hasilnya. Saat nama saya disebut, alhamdulillaaaah hasilnya sangat memuaskan. Air mata pun menetes, bangga dengan diri sendiri rasanya. Hal yang menyedihkan adalah saat ketua jurusan mengatakan "Terimakasih atas partisipasi kalian selama ini, sampaikan salam bangga saya (ketua jurusan) beserta para pengajar disini kepada orangtua kalian di rumah. Semoga kalian sukses di luar sana dan selalu ingat dengan almamater kalian.." tangis pun lepas di ruang sidang. Kami saling mengucapkan selamat kepada teman-teman peserta sidang. Beres sidang, saya langsung mengabarkan berita gembira tersebut kepada papa mama di bukittinggi. "mama, alhamdulillah uni lulus dengan nilai sangat memuaskan. makasih untuk doa, kesabaran, petunjuk dan support mama sama papa selama ini. uni sayang mama.."
menyempatkan foto dulu beres sidang
bersama dice dan aditi teman seperjuangan dan penyemangat dikala kegalauan skripsi melanda
sahabat sakampuang
Untuk sesaat bisa lega dan menghirup segarnya udara kebebasan dari hal apapun. BEBAS sangat rasanya. Namun perasaan ini hanya bisa dirasakan sehari pasca sidang. Esoknya langsung terpikir, "beres jadi sarjana kamu mau jadi apa nu? mau kerja dimana? apa mau lanjut s2? emang masih pengen kuliah? duit darimana? kerja apaan ya enaknya? Duh....
























